oleh

Rekomendasi Pewarna Alami untuk Makanan

Dapur Ocha, Rekomendasi pewarna alami untuk makanan – Dalam hal membuat cake atau kue kering tentu warna yang cantik juga menjadi bahan tambahan yang bunda harus perhatikan. Selain rasa yang enak tentu tampilan yang menarik membuat orang yang melihatnya ingin memakannya. Begitu banyak merk pewarna yang bisa di gunakan sebagai bahan pewarna dalam pembuatan cake atau kue kering. Tapi apakah bunda tahu pewarna yang bunda gunakan itu aman atau berbahaya !

Kali ini Dapur Ocha akan membahas pewarna alami untuk makanan yang bisa bunda gunakan, tentunya ini sangat aman karena dibuat sendiri dari bahan-bahan alami. Konsumsi makanan dengan kandungan kimia atau zat berbahaya (salah satunya pewarna makanan industri) jika di konsumsi terus menerus bisa memicu kanker dan penyakit berbahaya. Untuk itu para bunda harus berhati-hati dalam memilih pewarna makanan dengan kandungan zat berbahaya. Dan baiknya dalam membuat makanan yang sehat untuk keluarga tercinta gunakan bahan bahan yang alami, yang berasal dari buah atau tumbuh tumbuhan.

Pewarna alami pada sayuran dan buah

Pewarna alami pada sayuran dan tumbuh-tumbuhan

Beberapa jenis bahan pewarna alami ini seperti buah bit, strawberry dan buah naga bisa menghasilkan warna merah, dan untuk daun suji dan bayam bisa menghasilkan warna hijau. Dan untuk mendapatkan warna kuning bunda bisa mengunakan kunyit dan labu kuning. Warna orange bisa bunda dapatkan dari wortel.

Beberapa produk makanan siap santap mengunakan pewarna buatan. Tak ada salahnya bunda mencoba pewarna alami. Memang Sedikit repot tetapi lebih menyehatkan tentunya. Karena meskipun aman untuk dikonsumsi, pewarna makanan jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama bisa memicu beragam penyakit berbahaya. Sebaiknya ganti dengan bahan alami yang lebih sehat ya bunda. Berikut cara membuat pewarna alami dari sayuran dan buah ;

1. Pewarna alami dari Buah bit

Bunda tahu buah bit, buah yang satu ini memang cukup banyak kegunaannya. Selain bisa mengobati penyakit, buah bit juga bisa bunda gunakan untuk mendapatkan warna merah atau merah muda. Untuk hasil dari buah bit merah muda bunda bisa gunakan pada bolu. Dan untuk bit merah bunda bisa gunakan untuk cake red velvet atau puding.

Pengolahan buah bit sendiri sebagai pewarna alami yaitu dengan mengupas kulit buah ini terlebih dahulu kemudian di potong beberapa bagian. Setelah itu masukkan potongan buah bit ke dalam blender jangan lupa tambahkan sedikit air. Blender sampai halus ya bunda. Setelah halus saring buah bit dalam wadah berbeda, dan sari buah bit bisa bunda gunakan sebagai pewarna merah pada makanan.

Note ; Jangan menggunakan sari buah bit sebagai pewarna ketika penyimpanannya sudah lama ya bunda, karena hal tersebut bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh.

2. Pewarna alami dari Daun Suji

Kandungan klorofil pada daun suji atau nama Latinnya Pleomele angustifolia N. E. Brown ini sekitar 2053,8 μg/g. Dari kandungan tersebut secara kasat mata sudah Nampak jelas daun suji mempunyai warna hijau yang menyegarkan. Pemakaian daun suji sebagai bahan pewarna alami makanan akan memberikan aroma harum yang hampir mirip dengan aroma pandan, wangi dan sedap.

Cara pembuatan pewarna dari daun suji cukup mudah dan sederhana. Pertama, ambillah beberapa lembar daun suji pada bagian bawah yang warnanya hijau tua. Kemudian cuci bersih, lalu potong daun yang panjang menjadi bagian kecil-kecil. Kemudian di tumbuk dan peraslah di atas saringan agar dihasilkan sari yang bersih. Sarinya hanya cukup bertahan satu hari saja ya bun, bisa bunda simpan dalam kulkas jika tidak ingin digunakan langsung.

3. Pewarna alami dari Blueberry

Buah bluberry memang manis rasanya, jika air dari buah blueberry menempel di ditangan atau jari kita, maka warna airnya akan terlihat jelas. Jika ingin mendapatkan warna biru alami, bunda bisa memeras blueberry kemudian mencampurnya dengan vanilla buttercream agar kebiruan.

Warna biru dan ungu bisa bunda peroleh dari buah ini. Selain bluberry, anggur, sayur kol ungu, ubi ungu dan bunga telang juga bisa menghasilkan warna biru dan ungu. bunga telang dan sayur kol ungu adalah penghasil warna ungu yang sangat alami. Sayur kol ungu perlu direbus dengan air panas selama beberapa waktu dan untuk mendapatkan warnanya, dari bunga telang hanya perlu diremas-remas dan direndam dengan sedikit air.

Uniknya, hasil warna ungu dari kol ungu dan bungan telang ini bisa dimodifikasi menghasilkan warna biru. Caranya, dengan menambahkan sedikit teh hijau atau soda kue ke dalam cairan ungu. Dalam sekejap, cairan akan berubah menjadi biru.

4. Pewarna alami dari Wortel

Khasiat wortel yang baik untuk kesehatan mata, ternyata bisa memberikan warna alami pada puding dan makanan. Bunda bisa menggunakan bagian atas wortel untuk mendapatkan warna oranye yang terang. Gunakan warna alami dari wortel untuk puding, cupcake, atau amelet . Caranya cukup mudah blender wortel dan gunakan sari nya.

5. Pewarna alami dari Kunyit

Kunyit merupakan bumbu dapur yang sangat bermanfaat, selain banyak kegunaannya kunyit juga menghasilkan warna kuning alami. Warna kuning pada kunyit biasanya digunakan untuk membuat cemilan bercita rasa gurih semakin menarik. Bunda juga bisa membuat nasi kuning dengan mengunakan kunyit, sehingga menghasilkan warna yang cantik. Tapi perlu perhatikan ya bunda jumlah kunyit yang bunda tambahkan kedalam masakan jangan terlalu banyak, karena akan menimbulkan rasa pahit.

Untuk menghasilkan pewarna makanan yang sehat dan alami, bunda hanya perlu melakukan hal yang sangat sederhana bukan. Tunggu apalagi singkirkan segera pewarna buatan Anda dan mulailah mencoba cara yang lebih sehat dan alami.

Baca juga : Manfaat Daun Seledri untuk Pengobatan Cuci Ginjal

Penutup

Demikian beberapa bahan alami yang bisa memberikan warna yang cantik dan alami pada makanan bunda. Karena pewarna buatan tentu tidak bagus untuk kesehatan jika digunakan terus menerus, dan dalam waktu lama. Jangan lupa share dan bagikan artikel ini ya bunda untuk teman teman yang lain. Semoga bermanfaat bunda.

Apabila Artikel menarik silahkan berlangganan di Dapur Ocha.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed